Menurut Kantor Berita ABNA, teror terhadap warga Syiah masih terus berlanjut tanpa tindak lanjut dan kepedulian dari pemerintah Pakistan. Dalam serangan terbaru 14 warga Syiah harus kehilangan nyawa dan enam orang lainnya mengalami luka yang cukup parah.
Menurut wartawan ABNA yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian menyatakan, Selasa (5/10) sebuah bus yang membawa 20 orang warga Syiah dari Queeta menuju Hezarganji diserang sekelompok teroris. Penyerang menurunkan semua penumpang, membariskan dan mengikat mereka, kemudian mereka ditembak dengan senjata api. 12 orang langsung mati di tempat sementara yang lainnya mengalami luka yang cukup parah.
Meskipun 8 orang lainnya yang terluka bisa segera dilarikan ke rumah sakit oleh penduduk setempat, namun seorang diantaranya meninggal sementara dalam perjalanan dan seorang lagi meninggal setibanya di rumah sakit, ini menyebabkan jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 14 orang.
Mahbub Husain, Kepala Kepolisian Queeta membenarkan jumlah korban dalam peristiwa tersebut. Menurut sumber lain, sekitar 2 minggu lalu juga terjadi penyerangan terhadap bus yang ditumpangi peziarah Syiah Pakistan yang dalam perjalanan menunju Iran untuk berziarah di makam Imam Ridha as. 30 orang terbunuh dalam peristiwa tersebut. Sayangnya, meskipun telah terjadi berkali-kali dan telah memakan puluhan bahkan ratusan korban, kepolisian Pakistan belum mengambil tindakan prepentif untuk mencegah terjadinya kembali kejadian serupa.
Berikut nama-nama kedua puluh korban dalam peristiwa penyerangan tersebut.
Nama yang meninggal dunia:
1. Husain bin Ali Dad
2. Husain Bakhs
3. Muhammad Ali Ranggemal
4. Dzaki
5. Muhammad Ali
6. Muhammad Ali bin Chaman Ali
7. Salman Ali bin Ramadhan Ali
8. Askari Ali bin Ghulam Ali
9. Muhammad Dzakir
10. Fada Husain
11. Qurban bin Ibrahim
12. Khan Ali bin Muhammad Ali
13. Haji Mulank
14. Tidak teridentifikasi
Nama yang mengalami luka parah:
1. Mahabballah bin Abdul Wahab
2. Jawad
3. Muhammad Jawad bin Muhammad Ibrahim
4. Aid Muhammad
5. Ali Baba bin Hasan Ali
6. Abullah bin Jum'ah